Skip to content

jump to the pump

March 17, 2008
by

gue nulis & ngrangkum ini semua dari the most popular engineer data book GPSA ditambah beberapa artikel lain yang turut membangun pengertian gue terhadap karakteristik pompa itu sendiri.

sebelum kita mlumpat lebih jauh ke dalam pumpa… mari kita take a look dulu ttg konversi ini… mgkns edikit membantu pada perhitungan yang melibatkan banyak satuan yang memusingkan

 

[gambar1:konversi]

conversions.jpg

Apa sih pompa itu?

Kalo kata pak cahyo hardo dalam artikelnya yang “Cara Mengkaji P&ID Pompa”. Simply : angkotnya liquid. Liquid itu bukan manusia yang gak perlu angkot bisa jalan(kalo deket). Liquid butuh driving force buat mengalir. Nah pompa ini bisa mengalirkan liquid yg gak bisa mengalir karena tidak tersedia driving force. Alias, pompa menyediakan driving forcenya.

di dunia oil dan gas processing, pompa yang paling sering dipake adalah pompa centrifugal and positive displacement. kadang-kadang si dipake juga yg lain kayak turbine pump, axial-flow pump, dan ejector.

Pompa Centrifugal

pompa centrifugal biasanya lebih murah, tidak terlalu menghabiskan biaya maintenance, dan tidak menghabiskan space yang lebar. praktis lah pokoknya. pompa centrifugal yang convensional bisa beroperasi pada kecepatan antara 1200-8000rpm. dan yang berkecepatan tinggi bisa beroperasi hingga 23,000rpm atau lebih tinggi lagi tapi hanya untuk kapasitas yang rendah, dan untuk mendeliver liquid hingga head yang tinggi. Sebagian besar pompa centrifugal, akan beroperasi pada head yang relative konstan dan kapasitas yang beragam (bisa naik turun).

Pompa Positif Displacement

Bisa reciprocating atau rotary. pompa reciprocating terdiri dari tipe piston, plunger, dan tipe diapragma, sedang kalo pompa rotary terdiri dari single/multiple lobe, rotary vane, progressing cavity, dan tipe gear. Positive displacement rata2 beroperasi dengan kapasitas yang relative konstan dan head yang bisa divariasikan, sehingga biasanya pompa jenis ini dioperasikan untuk service yang membutuhkan range head yang tinggi dan beragam. Bahkan bisa untuk keperluan injeksi dibeberapa kasus (mis: methanol and corrosion inhibitors) yang membutuhkan kapasitas konstan.

NPSH = Net Positive Suction Head.

Sebelum mengerti ttg NPSH, marilah kita telaah dulu tentang HEAD yang dibahas sendiri dalam satu postingan tersebut…

 

NPSHA     (A=available): adalah total suction absolute head yang tersedia di sistem, tepat di nozzle suction si pompa, referensinya pada standard datum, minus head absolute pressure vapor liquid, pada suhu sekitar. NPSHA diestimasi kasus per kasus *pasti ruwet, kayak di pengadilan🙂 piss*.

NPSHR (R=required): adalah total suction absolute head yang dibutuhkan oleh pompa untuk disediakan oleh system, tepat di nozzle suction si pompa.

Apa perbedaan antara NPSHA dg NPSHR? Sebenarnya secara eksplisit di atas barusan udah dijelaskan. Available yg tersedia sedangkan required yg dibutuhkan. Ini berarti pompa membutuhkan head sebesar NPSHR dari system yang tersedia supaya dia bisa mengalirkan si liquid. Pompa hadir karena liquidnya membutuhkannya untuk mengalirkan, bukan berarti karena si liquid tidak memiliki head sama sekali. Pompa sentrifugal *gue bilang pompa sentrifugal* yang normal dan bukan ahli sihir-yg bisa menjentikkan jari/mengayunkan tongkatnya-untuk memindahkan liquid itu.

Prinsip si pompa sentrifugal ini sebenarnya tidak menjemput/menarik si liquid untuk dialirkan, tapi si liquid itu sendiri harus bisa mengalir dengan sendirinya minimal samapai ke nozzle suction pompa itu tanpa berubah phase menjadi gas sama sekali, barulah si pompa itu akan mendorongnya dengan bantuan motor penggerak. Sekali lagi pompa tidak benar2 menarik liquid itu walaupun terlihat sepertinya iya. Kalo boleh dikatakan dalam membayangkan, adanya pompa ini memotong system dititik liquid masih bisa mengalir (menuju pompa tersebut) tanpa berubah fase, dan menyediakan sarana ankutan menuju tujuan awal si liquid itu. dibilang tidak boleh berubah fase, ya karena kalo ajah ada satu bulir gas yang terbentuk karena berubah fase… si pompa ini terancam mati pundung… fenomena ini disebut CAVITASI. Cavitasi itu apa biarkan dibahas tersendiri di postingan tersebut.

Supaya lebih bisa menelaah NPSH sedikit lebih lanjut coba lihat gambar ilustrasi di bawah. Gak udah susah2 ngomong soal rumus yah… liat contoh is much2 simpler than to see the fomula… dan kalo ada yg gak dimengerti/ menurut elu pade ada yg salah… hmm… let’s talk a bout business kalo gitu… huhuhuhu.. I’m so smart… hehehe J dan contoh dibawah gue asal comot ajah dari GPSA dg sedikit perubahan yg khas gue…

[kasus1]

npsha-calc.jpg

perbandingan-kasus.jpg

Nah kalo mau membandingkan antara 2 kasus diatas… silahkan baca lebih lanjut artikel pak cahyo yg saya rasa sudah sangat mudah dimengerti oleh para warga Indonesia yg memiliki bahasa ibu bahasa Indonesia… artikel tersebut bisa di dapat dg sangat mudah di situs Komunitas Migas Indonesia (KMI). KMI itu apa… monggo silahkan di googling…

under construction…

2 Comments leave one →
  1. January 21, 2010 1:46 am

    wah terima kasih iinfonya sangat bagus….

    • upieks permalink*
      January 21, 2010 7:46 am

      terimakasih… semoga berguna…

      info yg irian kasih di blog juga sangat ok…:) thks ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: