Skip to content

piping ngangkang…

September 14, 2007
by

baru dpt tema diskusian dr temen nih…lumayan nambah cerita ttg piping yg pd awalnya gak kenal sama sekali jadi kenal2 dikit2 gmn ceritanya bikin perhitungan pipa…serem bgt deh…

well here we go…

perhatikan gambar berikut dg seksama

piping-ngangkang.jpg

perhatikan support sama pipanya gak matching…nah loh kok bisa? apa salah org komisioning/salah org stress analysisnya?

waduh…

mari kita lihat lebih dlm… hasil gue bertanya ke org stress analysis,

kalo pipa kondisi kosong begini, berarti:

salah stress engineernya

berarti salah ngedesign, salah ngitung.

salah commissioning engineernya

salah prosedure commissioning juga bs…

nah kalo ini terjadi pada saat running, berarti itu bisa terjadi karena pemuaian dr fluidanya, boleh dibiarin asalkan gak ngganggu kesetimbangan proses atau pun menyebabkan overstress/overload…

thks to windu nugroho-stress analysis eng. juga bisa baca artikelnya pak donny a. di blognya (link ada di kolom link sebelah)

6 Comments leave one →
  1. September 14, 2007 2:09 pm

    Upiek,

    Judulnya bikin serem aja..🙂

    Biasanya, kalau pipa masih kosong dan baru saja dipasang alias belum dicommissioning, harusnya kejadian diatas tidak akan terjadi.

    Gimana nggak heboh, apa iya orang di lapangan (construction atau Field Engineer) tidak bisa melihat ketika mau di las itu shoe ke pipa , bahwa pipa/shoe nya tidak center samasekali terhadap support/dudukannya?.

    Seharusnya, ketika akan di las itu shoe ke pipa, constructonnya pasti nanya lah ke field engineer nya, kok bisa nggak pas nih.

    Kalau sudah ke pasang gitu, nah yang paling salah ya Field Engineer, Construction, QC, Piping nya.

    Tapi kalau sudah di commissioning, terus pipanya geser sehingga shoe nya ikut geser kebanyakan sampai spill over, maka baru Stress Engineer nya bisa ditarik ke lapangan dan ditunjukin hasil kerjanya.

    Biasanya ini Steam Line, dan memang movementnya bakalan gede, sehingga perlu hati-hati dalam penempatan Line Stop sehingga movementnya nggak kegedean.

    Untuk kasus “lift off”, dalam banyak kasus mungkin okay. Tapi kondisi ini disarankan dihindari sewaktu analisa. Sekali lagi ini adalah menunjukan kesalahan Stress Engineernya.

    Lift Off adalah sebisa mungkin dihindari. Karena, jika pada point of support tersebut, pipanya tidak “rest”, maka pasti saja beban di point tersebut akan diterima oleh support sebelahnya, akhirnya si support sebelahnya akan overload.

    Pipa juga akan jadi overspan, jarak antara dua tumpuan akan membesar dari hal yang diijinkan.

    Jika pada saat designnya sudah ketahuan, dan sudah di check, dan terbukti nggak apa-apa, boleh saja. Tapi, saya sarankan hindari hal itu, karena bisa saja menjadi overload nantinya.

  2. tcool permalink
    September 15, 2007 4:02 am

    Jika ini terjadi di saat commissioning maka, kesalahan emang ada pd stress analysis nya. Ekspansi dan pergeseran pipa yg sudah di perhitungkan sebaiknya di-repiu lagi. stress dan force harusnya diperhitungkan pada kondisi max operasi. Beban yg bertumpu pd pipa…. Pemuaian pipa… dan kemana ekspansi + pergeseran diarahkan…. macem2 lah!
    semuanya harus di review dan di cek lagi.

  3. upieks permalink*
    September 17, 2007 1:22 am

    hohoho…

    thx untuk pencerahannya…jujur. baca artikel piping stress analysis-nya pak donny byk membantu…

  4. DonnT permalink
    March 24, 2008 11:53 am

    Hai… salam kenal yah…baru sekali nih masuk blog ini dan nemuin gambar diatas…

    Sepertinya saya kenal gambar diatas, daerah geothermal kan??!
    Alhamdulillah saya ikut yang mengerjakan di lapangan sebagai field engineer for construction. Kalu dari sisi construction kita mengerjakan pekerjaan ini tentu saja berdasarkan pergeseran pipeshoe yang telah ditentukan dari pipe stress engineer. Dari hasil dari saya ngobrol dengan pipe stress engineernya dia mengatakan bahwa harapannya adalah ketika beroperasi kedudukan pipeshoe tepat di centernya kelak. Oh ya benar kok gambar diatas saat comissioning, bukan saat construction, bisa dilihat tuh pergeserannya pada bekas catnya.
    Setelah kejadian diatas memang jadi banyak PR untuk orang-orang konstruksi.
    Jadi saran saya sih… lebih baik ngehabisin kertas dan tinta banyak2 untuk ngitung ulang daripada beli pipa baru atau motong2 lagi…. muahal bo’… hehehe….

    Thanks all…

    • Ade Kurniawan permalink
      August 3, 2010 1:34 pm

      Untuk DonnT dan yang lain sebelumnya salam kenal y???
      Ngomong-Ngomong DonnT di Projek Geothermal mana?
      Darajat-Garut Bukan??
      Kebetulan banget nih ada artikel kaya gini…
      masalahnya saya jg mengerjakan projek yang sama yaitu steam pipe line 42″
      sekarang sih baru masuk fabrication pipe supportnya aja
      Jujur aja saya cuma Drafter jadi saya gk mengerti banyak tentang stress analysis atau pun istilah comissioning yang dibicarakan disni…
      saya harap saya dapat belajar banyak dsni dan mendapat bimbingan dari bapak dan ibu dsni…

      Terima kasih

  5. upieks permalink*
    March 25, 2008 7:36 am

    @ donnt
    begitu yah???
    saya mah masih belajaran dan baru…ga punya pengalaman dibidang beginian
    disodorin cerita beginian saya cmn bisa mencoba bertanya2 pada beberapa org yg lebih pengalaman dan belajar lagi belajar lagi…
    kalu tidak keberatan, monggo dishare…cerita yg lebih seru dr dunia percommisioningan…
    saya dengan senang hati akan belajar…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: