Skip to content

ARV-automatic recirculation valve -buat pompa…

July 20, 2007
by

adalah sebuah valve pinter yg bs ngecek apakah aliran yg keluar pompa (vol rate discharge = suction). untuk tetep nyala suatu pompa membutuhkan min flow tertentu supaya gak ngerusak. knp2nya gak akan dibahas disini. buat enaknya gue liatin gambar bagaimana rangkaian untuk arv itu.

arv-yarway.jpg

ARV tadi diletakkan persis dipertigaan piping yg ke vessel/process dan yg kembali ke suction vessel. misal min flow untuk pompa sebesar 5 cum/h, pada normal flow, aliran yg menuju ke suction vessel tadi tertutup. sehingga pompa hanya akan mengalirkan sebesar normal flow td ke process, ketika flow yg menuju ke process mendekati nilai min, dia akan secara otomatis menutup yg kearah process dan membuka yg kearah suction. hebat bukan? semacam rambu2 lalu lintas. hehehe…

sebenernya ini adalah salah satu ide kreatip org2 instrument.cara kerjanya gak semagic itu. gak rumit dan kompleks.. coba liat gambar di bawah ini

arv-normal-flow2.jpg

ketika normal flow seperti diatas, flow yg menuju process menyebabkan spring load disk valve tersebut tertekan sehingga membuat disk terbuka. bukaan itu diset sesuai dg flow yg diinginkan. ketika flow berkuarng, disk mulut perlahan menutup, dan fulcrum tdk lagi seimbang. buat enaknya liat gambar dibawah dulu…

arv-low-flow.jpg

dan menyebabkan adanya aliran yg masuk menuju bagian atas piston. nah sebenernya bagian ini saya masih kurang jelas bagaimana…

they said, pada low flow, fulcrum tersebut bs membuka sedikit menyebabkan aliran melewati pilot valve, dan disk menutup sedikit, disebabkan aliran yg menuju keproses sedikit.

dan pada flow min pompa, disk menyebabkan pilot valve terbuka karena levernya mengangkat. hal ini menyebabkan adanya aliran masuk menuju keatas pilot, dan menuju ke cascade valve. coba dilihat…

 arv-min-flow.jpg

cascade valve pd awalnya membuka aliran ke arah bagian bawah pilot dan aliran ini melawan pilot masuk menuju ke bagian bawah pilot. pressure yg di aliran di atas pilot, melawan pressure yg dibawah pilot menyebabkan hilang pressure di bag tersebut…hal ini diinginkan. karena kita ingin pressure yg nantinya akan masuk ke suction vessel tidak akan membesarkan pressure dlm vessel. karena yg jelas pressure keluaran discharge pasti lebih besar dr suction. bila terdapat normal flow kembali, pressure suction akan kembali menutup cascade dan kembali normal.

CMIIW yah…itulah pengertian gue selama ini. misalkan gue mendapatkan pengertian yg jauh lebih bener dr ini, i’ll tell u guys.

keberadaan valve ini bs digantikan dg restriction oripis beserta teman2nya (gak sendirian sih) yg rangkaiannya bs dilihat di artikel sebelum ini. hehehe..terpaksa anda harus membaca kalo mau tau artikelnya…BACA!!

–semua yg ada disini sumbernya gue dpt dr situsnya yarway supplier control valve yg cukup menggembirakan para instrument engineer karena produk2nya yg berkualitas dan kreatip.–

9 Comments leave one →
  1. advis permalink
    June 6, 2008 10:06 am

    nice blog.
    salam kenal n thanks utk sharing ARVnya.
    gawe di mn? EPCCI? or KPS?

    regards,

    adv

  2. upieks permalink*
    June 6, 2008 4:58 pm

    EPCCI..

    ok. my pleasure…

  3. Rafi permalink
    April 2, 2009 10:39 am

    Bu,

    Aku senang banget nemu blog ini. :-)) Aku mahasiswa yg lagi dapet tugas membandingkan beberapa (brand) ARC. Bisa bantu kah Bu….??? Brand yg aku dapet ialah Yarway & Blackhall… dimana aku harus cari keunggulan & kekurangan masing2 brand tersebut. Semuanya dalam bahasa Inggris.. :-(( Kalo boleh, ada alamat email kah? nanti aku kirim literaturnya. TOlong bantu ya… ? Terima kasih.

    Salam,
    Rafi
    aldebaran.rafs@gmail.com

    • upieks permalink*
      April 2, 2009 3:18 pm

      Pak,

      yang saya tahu yarway memang vendor valve dan instrument si…🙂

      mahasiswa mana Pak? senangnya…

      bantu apa nih Pak?
      boleh2 aja si asal saya ngerti…

      alamat saya di upieks.sanupieks@gmail.com
      sila sila… kalo mau berdiskusi disini juga gapapa…
      asal saya bisa jawabnya…

  4. Rafi permalink
    June 11, 2009 10:34 am

    Hi Bu,

    Baru inget lagi ama ARV nih hehe. Coz udah dikasih tau ama dosen mngenai ARV tsb. Aku mahasiswa Univ. Jendral Achmad Yani -Bdg. Jurusan Teknik Elektro dan Instrumentasi Industri.
    Makasih ya Bu atas responnya, mungkin lain kesempatan kita bisa diskusi …

    Salam,
    Rafi

    • upieks permalink*
      June 11, 2009 5:26 pm

      Coz udah dikasih tau ama dosen mngenai ARV tsb.

      boleh nih, bagi-bagi… sapa tahu bisa menambah ilmu pula… hehehehe

  5. amad permalink
    January 18, 2010 9:51 am

    ARV jika diapplikasikan untuk cold liquid ammonia kira2 performance bagus ga? ada yg punya referensi?tks

  6. upieks permalink*
    January 18, 2010 10:16 am

    gw kurang tahu… tapi pernah pake buat aplikasi cold liquid lain (bukan ammonia) yg deket banget sama pressure vapor, yang kalo pake ARV bakalan lumayan pressure dropnya. untuk kasus itu ARV gak recommended.

    mgkn ada baiknya di check lagi satu2 case-nya. dihitung lagi pressure dropnya.

  7. denis permalink
    March 1, 2011 3:54 pm

    Piek,
    kapan ya pake ARV, kapan pake RO, dan kapan pake CV untuk minimum flow pompa. apa keuntungan dan kekurangan masing2 ya?
    Klo hanya RO dan CV saja sudah sering saya liat penggunaannya. Tapi klo ARV, saya blum pernah liat jadi masih bingung pertimbangannya menggunakan ARV dibandingan yang lainnya.

    Mohon penjelasannya.
    terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: