Skip to content

racun dan ttg racun

May 7, 2007
by

“racun di tangan kananmu…madu ditangan kirimu…aku tak tahu mana yg akan kau berikan padaku…”

inget lagu itu tak???lagu yg pnh happening bgt zaman baheula. zaman papaku masih muda..hehehe…kalo seorg chemical engineer tdk mengusai ilmu safety itu ibaratnya racun ditangan kanan dan kirinya dan di otaknya dan tak tahu mana yg akan diberikan pada dunia…*jayus bgt yah..*

untuk itu seorg chemical engineer hrs mengerti ttg ilmu peracunan. Bgmn zat bs jd racun bagi makhluk hidup, bgmn racun bekerja, dan bgmn cara mengeliminasi racun itu dr organisme tertentu…

kenyataannya, paracelsus seorg peneliti racun berkata, semua zat adalah racun, bahkan air sekalipun, bila dikonsumsi melebihi ambang batas dosisnya jg akan jd racun. sehingga bs dibilang tidak ada yg bener2 tidak beracun sama sekali…karena sebenernya yg membahayakan adalah cara mnggunakan zat tersebut bukan zat itu sendiri…

cara toxic masuk ke dlm tubuh organisme

  1. ingestion :melalui mulut turun ke perut
  2. inhalation: melalui hidung ke paru2..
  3. injection :dr luka di kulit
  4. dermal absrption : melalui membrane kulit

dr keempatnya yg paling signifikan dlm indutri adalah no2 dan no4.


no2 adalah cara yg paling mudah untuk diukur dg pengukuran lgsg dr konsentrasi airborne. toxicant yg dpt masuk melalui inhalation biasanya berupa uap/gas, tp small solid/partikel liquid jg bs.

yg injection dan dermal absorption sulit diukur dan diquantify. kulit memiliki reaksi yg berbeda untuk tiap toxicant

rute2 toxic memasuki tubuh:

  1. gastrointestinal (GI) tract
  2. kulit
  3. sistem pernapasan

gastrointestinal tract adalah cara yg paling significant diantara cara2 lainnya. toxicant masuk melalui ingestion. bentuk toxicant biasanya berupa makanan/minuman. selain itu bs jg toxicant yg berupa partikel yg terkandung dlm udara dan masuk melalui ingestion.

pil.jpg

kulit adlh jalan masuk untuk cara injection dan dermal absorption. kulit memiliki lapisan paling luar yg mati, yg disebut stratum corneum. lapisan ini merupakan lapisan penghalang racun masuk kelapisan yg lebih dalam. biasanya penyerapan juga bs terjadi melalui pori2, tp biasanya ini kecil sekali jumlahnya sehingga bs diabaikan.

sistem pernapasan adalah jalur lewat yg paling signifikan u/ inhalation. sistem pernapasan dibagi menjadi dua bag yg menhasilkan respon yg berbeda dalam hal menyerap racun.

  1. bag atas, hidung, sinuses, mulut, faring, laring, dan tenggorokan. bagian ini diguanakan untuk menyaring menghangatkan melembabkan udara. bag ini bereaksi dimucus terhadap racun yg larut dlm air, untuk membentuk baik basa maupun asam. misalnya: HCl,HBr,oksida2,hidroksida2,
  2. bag bawah, paru2.racun ini akan mempengaruhi kerja alveoli,dg memblokir masuknya  gas atau beraksi dg alveoli membentuk zat yg berbahaya/beracun. misalnya: halida, H2S, phosgene, metil sianida, debu asbes, silika, dll.

bagaimana racun dieliminasi oleh organisme:

  • excresi oleh hati, paru2, ginjal
  • detoxififikasi dengan merubah racun tsb jadi sesuatu yg lbh aman.
  • menyimpan di lapisan lemak

Tipe kerusakan yg disebabkan oleh racun

  1. Kerusakan fisik: baik yg reversibel/irreversible
  2. Karsinogenik:yg menyebabakan kanker
  3. Mutagenik:yg menyebabakan kerusakan/perubahan gen
  4. Teratogenik:yg menyebabkan perubahan/kerusakan yg berhub dg organ reproduksi
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: